INHALANT

Inhalant ada dalam produk-produk yang sehari-hari kita gunakan, tetapi banyak orang yang menyalahgunakannya. Inhalant sebenarnya sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian, walau baru pertama kali dilakukan.

Orang memakai untuk kesenangan sesaat dengan cara menghirupnya, namun bahayanya dapat terjadi jangka panjang atau sesaat saja dapat menimbulkan kematian.

Inhalant ada di dalam : lem, thiner, spidol, bahan baker, cairan penghapus, hair spray, cat semprot.

Inhalant menghambat kerja system saraf pusat mempengaruhi koordinasi gerak badan dan anggota tubuh, mengganggu konsentrasi pikiran.

Inhalant dapat membuat denyut jantung bertambah cepat dan sangat sensitive terhadap hormon yang mengatur denyut jantung bila homon tersebut bertambah sedikit saja, maka akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut. Hal ini biasanya terjadi pada inhalant hidrokarbon.

Zat-zat yang terdapat dalam inhalant yang dapat meninggalkan tubuh ada pula yang lambat. Yang lambat akan disimpan dalam jaringan lemak pada otak dan system urat saraf dalam waktu yang lama. Di situ zat tersebut akan merusak myelin – lapisan lemak yang membungkus sel saraf – sehingga penghantaran informasi dalam system saraf pusat dan otak terganggu.

Otak bagian depan mengatur memori atau daya ingat seseorang. Otak belakang mengatur pergerakan dan koordinasi. Dan dalam hippocampus atau otak bagian samping mengatur bagian samping mengatur kemampuan untuk mempelajari hal-hal yang baru. Bayangkan seandainya bila semua itu dirusak oleh inhalant. Apa yang kira-kira akan terjadi pada orang yang menggunakannya?

Efek langsung penggunaan enhalant :

  1. Pusing
  2. Nafas berbau
  3. Sakit kepala
  4. Kurangnya koordinasi gerakan anggota badan
  5. Mual sampai muntah
  6. Sedikit stimulasi

Efek jangka panjang :

  1. Karena sifatnya yang adiktif, maka makin lama makin meningkat dosisnya.
  2. Berkaitan dengan perilaku agresif dan kecenderungan berbuat kejahatan.
  3. Hilangnya pendengaran
  4. Kejang anggota badan
  5. Kerusakan sumsum tulang sehingga terjadi gangguan pembentukan sel-sel darah, bahkan pada beberapa kasus dapat terjadi kanker darah
  6. Kerusakan hati dan ginjal
  7. Halusinasi
  8. Besar dan panjang otot berkurang

Kematian yang terjadi pada umumnya karena :

  1. Asfiksia – Atau gangguan pertukaran oksigen. Hal ini terjadi karena darah lebih mudah mengikat gas inhalant dari pada oksigen, hasilnya otak akan kekurangan oksigen sehingga orang tersebut akan mati lemas
  2. Tercekik, karena zat-zat dalam inhalant dapat menyebabkan kekakuan otot – otot nafas sehingga udara tidak dapat masuk kedalam paru-paru.
  3. Jalan nafas tersumbat muntah. Karena inhalant menyebabkan mual dan muntah, sedangkan koordinasi otot yang mengatur keluarnya muntah dan otot pernafasan terganggu, sehingga orang tersebut tersedak muntahnya sendiri
  4. Sudden Death Syndrome (SDS), terjadi akibat serangan jantung
  5. Tindakan-tindakan yang ceroboh dan beresiko akibat adanya halusinasi