ACCELERATED NEUROREGULATION

 

Latar Belakang

Pada tahun 1996, Dr. Waismann memelopori pengobatan bagi individu-individu yang ketergantungan opiate dengan standar prosedur yang lebih tinggi, sehingga pendekatan baru tersebut membawa pembaharuan-pembaharuan dibuidang ini.

Istilah ‘Rapid Detoxification' diperbaharui menjadi ‘neuroregulation'. Pendekatan neuroregulation ini menghasilkan perubahan dalam pengobatan terhadap ketergantungan opiate dan menghasilkan pemahaman yang baru mengenai istilah ketergantungan. Saat ini ‘ketergantungan' dipandang sebagai suatu ‘neuroadaptasi'.

Dengan mengacu pada metode baru ini, pasien-pasien kami ditangani secara terintegrasi, dari sudut ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologisnya. Terobosan yang dilakukan oleh Dr. Waismann ini mengubah pandangan mengenai penanganan individu-individu yang ketergantungan opiate selama ini ditanggapi secara salah.

Bagaimanapun juga para ahli medis dan masyarakat umum telah menyadari bahwa suatu era baru telah tiba. Teori-teori kuno yang melibatkan pengobatan opiate seperti methadone, LAAM dan rehabilitasi yang memerlukan waktu yang sangat lama, telah digantikan dengan bioteknologi yang modern.

 

Dasar pemikiran

Dalam ilmu kesehatan modern ada baiknya kita menyadari jika tubuh mengalami gangguan akan dapat membahayakan baik fisik maupun psikis.dalam tingkat klinis kita dapat mengabaikan kedua-duanya. Oleh karena itu sebaiknya kedua tingkat tersebut ditangani secara bersamaan sambil mempertimbangkan efek yang satu terhadap efek lainnya. Ketergantungan opiate disebabkan karena ketidak seimbangan biokimiawi di dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan kekacauan system syaraf pusat hingga dapat menyebabkan tekanan-tekanan pada fisik dan psikis yang hebat.

Reseptor opiate (bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan perilaku) berperan dalam kedua aspek “ penyakit “ tersebut. Dalam dekade terakhir ini, bioteknologi modern akan membuat kita semakin memahami pengertian tentang ketentuan receptor opiate.

Para ahli anastesi telah menggunakan cara pengobatan yang berbeda, baik yang menyebabkan penderitaan ataupun yang tidak menyebabkan penderitaan. Cara pengobatan ini diupayakan agar dapat memenuhi sasaran klinis. Sayangnya, pemahaman mengenai pengaturan reseptor opiate yang ada saat ini belum digunakan secara tepat dan secara efektif dalam bidang pengobatan ketergantungan opiate. Metode ANR memfokuskan pengobatan ketergantungan opiate pada tingkatan reseptor.

ANR menutup reseptor opiate yang berada di dalam otak untuk mempercepat serta mengendalikan gejala-gejala yang timbul akibat penghentian narkotik (gejala putus obat). Hal tersebut dapat dicapai melalui pengobatan yang masih termasuk dalam unsure anestetetik, sehingga selama menjalani prosedur ANR, pasien dalam keadaan tidak sadar. Metode ANR memakai pendekatan yang unik sehingga dapat mengurangi resiko komplikasi yang berkaitan dengan anesthesia terbukti telah membawa hasil yang positif bagi para pasien.

 

Proses

Pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan psikologis dan medis sebelum pelaksanaan prosedur ANR yang akan dilakukan di ruang ICU (Intensive Care Unit). Pasien biasanya berada di rumah sakit selama 24 sampai 36 jam penuh untuk menjalani prosedur tersebut, termasuk 6 jam prosedur sebelum proses pengobatan.

Dalam prosedur ini, pasien menjalani pembiusan total yang berfungsi menutup reseptor opiate, mengendalikan kecanduan dan memungkinkan pasien untuk menjalani perawatan tanpa rasa sakit. Di waktu selanjutnya, pasien tetap tinggal di rumah sakit di bawah pengawasan medis dan keesokan harinya dapat meninggalkan rumah sakit.

Setelah meninggalkan rumah sakit, pasien akan diberi obat naltrexone sebagai obat antagonis narkotik yang tidak menyebabkan perubahan perasaan (mood) sehingga pasien dapat menahan keadaan tubuhnya tanpa menggunakan opiate kembali.

Kondisi pasien tidak akan menurun apbila pasien secara terus menerus dan teratur mengkonsumsi naltrexone. Prosedur ini dapat dilihat dengan jelas berbeda dengan prosedur detoksifikasi lainnya, yang memakan waktu lama dan mengharuskan dirawat di rumah sakit atau rehabilitasi dengan biaya yang tinggi.